Monday, August 4, 2008

Masalah Akurasi Data Potensi Energi Primer Kita


Tanggal 13 Juni 2008 saya memposting artikel berjudul “Potensi Energi Primer di Indonesia”. Lengkap dengan angka-angka cadangan terbukti dan produksi untuk energi fosil; serta angka-angka potensi dan kapasitas terpasang untuk energi non fosil terbarukan. Dalam sebuah forum diskusi yang saya ikuti pada bulan Juli 2008 lalu akhirnya mengemuka bahwa data potensi energi primer terbarukan (renewable energy) tidaklah update. Data potensi panas bumi (27 GWe) adalah data pada tahun 2004. Sedangkan data tenaga air (77 GWe) adalah data pada tahun 1987. Kemudian data kecepatan angin (3-6 m/dtk) adalah data dari LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) berdasarkan survei kecepatan angin di bandara.

Wah, menurut saya ini masalah yang cukup serius. Bagaimana kita bisa mengelola energi dengan baik jika kita sendiri tidak memiliki data yang dapat dipercaya tingkat akurasinya. Ini menunjukkan bahwa betapa selama ini energi non fosil yang bersih dan terbarukan itu di mata para pengambil keputusan dipandang ‘tidak seksi’, sehingga datanya pun terkesan asal ada saja. Wacana untuk menggarap energi alternatif ini baru ‘kelihatan serius’ setelah bangsa ini mengalami krisis energi untuk yang kesekian kalinya sejak bulan Mei lalu.

Dengan adanya survei tambahan yang dilakukan setelah tahun 2004, kemungkinan angka potensi panas bumi kita saat ini bisa lebih dari 27 GWe. Sedangkan potensi tenaga air menurut saya akan jauh mengalami pengurangan. Kita bayangkan saja pada tahun 1987 kondisi hutan, resapan air, dan debit air sungai jauh lebih baik daripada saat ini. Sekarang penggundulan hutan serta pembalakan liar merajalela, daerah resapan air jauh berkurang, bencana banjir sudah menjadi pemandangan rutin, dimana-mana terjadi pendangkalan serta pengotoran sungai yang mengakibatkan debit air makin lama makin mengecil. Jangan-jangan potensi tenaga air yang semula 77 GWe itu tidak sampai separuhnya lagi. Kemudian untuk tenaga angin semestinya dilakukan survei di tempat yang kecepatan anginnya tinggi, misalnya di pegunungan atau perbukitan yang langsung berhadapan dengan laut, bukan di bandara. Dari foto-foto yang saya lihat di website, lokasi pembangkit listrik tenaga angin kalau tidak di dataran tinggi, ya di tepian pantai. Itupun kincir anginnya di pasang lagi di atas menara yang ketinggiannya mencapai 30 m atau lebih.

Untuk energi fosil, yang paling updated datanya adalah minyak bumi, sebab inilah yang menjadi primadona energi kita selama ini, sampai-sampai kita terlena hingga akhirnya sudah menjadi net importir minyak sejak tahun 2004. Gas juga cukup updated dan seragam, tidak banyak perbedaan data antara institusi yang satu dengan yang lain. Yang lumayan parah akurasinya adalah batu bara. Informasi produksi tahunan terakhir yang saya dapatkan beragam mulai dari 200 sampai 250 juta ton per tahun. Kalau kita ambil angka 225 sebagai referensi, berarti simpangan datanya +/- 25 juta ton. Anggap harga batu bara USD 80 per ton (harga batu bara dunia cenderung naik terus, terakhir sudah di atas USD 100), jika dirupiahkan banyak sekali angka nolnya, sampai-sampai kalkulator standar 12-digit saya error.

Bagaimana dengan data historis? Saya yakin masing-masing instansi memiliki datanya, tetapi tidak dipublikasikan atau sulit diakses dengan cepat. Saya sendiri jika ingin melihat data historis produksi dan konsumsi migas kita, justru memperoleh informasi lengkap dari institusi luar. BP (Beyond Petroleum, dulu British Petroleum) mempunyai kompilasi data energi fosil mulai dari tahun 1965 yang dipublikasikan setiap tahun dengan judul BP World Energy Outlook. Lalu Kedubes AS di Jakarta setiap tahun mempublikasikan Indonesia Petroleum Report yang secara rinci melaporkan aktivitas migas di Indonesia, baik di sektor hulu maupun hilir, termasuk review ulang kegiatan lima tahun terakhir. Semuanya itu mereka posting di website, bisa diperoleh secara gratis dan instan hanya dengan satu ‘klik’ saja.

Semoga saja ke depannya, terutama setelah dibentuknya Dewan Energi Nasional (DEN), inventarisasi data potensi energi primer kita menjadi:
(1) Akurat, updated, dan reliable - dapat dipertanggungjawabkan angka-angkanya. Untuk itu perlu dilakukan assessment ulang. Namun tidak perlu menunggu kelengkapan hasil assessment untuk mulai menggarapnya. Yang sudah ada di depan mata (sudah terbukti), ya tinggal digarap saja jika memang sudah masuk skala prioritas.
(2) Seragam, sama antara yang dimiliki dan dipublikasikan oleh suatu instansi dengan instansi lainnya sehingga tidak menimbulkan kebingungan.
(3) Gampang diakses oleh masyarakat, tidak perlu sowan dulu.

Bukankah akurasi dan kegampangan akses memperoleh informasi merupakan salah satu ciri dari good governance yang menyangkut masalah transparansi. Lagi pula sudah waktunya membudayakan angka-angka (kuantitatif), ketimbang hanya bicara dalam tataran normatif (kualitatif) saja. By the way, bisa jadi memang saya yang ‘kuper’ sehingga cuman saya yang merasa sulit memperoleh data itu.

3 comments:

Anita charles said...

Adakah anda telah mencari bantuan kewangan segera? Anda memerlukan pinjaman segera untuk membayar hutang dan bil yang sedia ada? Sedang mencari perniagaan dari rumah dan pinjaman peribadi, sila hubungi kami sekarang dengan maklumat di bawah. Status: Pekerjaan: Jantina: Nombor Telefon Jumlah pinjaman: Nama anda Duration: Tujuan pinjaman? Nota: Semua jawapan hendaklah hadapan Hubungi kami sekarang di: anitacharlesloancompany@gmail.com atau anitacharlesloancompany@mail.com Terima kasih kerana datang.

dwiokta septiani said...

Halo, nama saya Nona. Dwiokta Septiani Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Anita Charles pemberi pinjaman cepat, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 430 juta dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres pada tingkat bunga hanya 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah i diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan. Jadi saya berjanji saya akan berbagi kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda membutuhkan semacam pinjaman, hubungi Ibu Anita melalui email: anitacharlesqualityloanfirm@mail.com.
Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: septianidwiokta@gmail.com
Sekarang, semua saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman yang saya kirim langsung ke rekening mereka.

Dr Purva Pius said...

Hello Everybody,
My name is Mrs Sharon Sim. I live in Singapore and i am a happy woman today? and i told my self that any lender that rescue my family from our poor situation, i will refer any person that is looking for loan to him, he gave me happiness to me and my family, i was in need of a loan of S$250,000.00 to start my life all over as i am a single mother with 3 kids I met this honest and GOD fearing man loan lender that help me with a loan of S$250,000.00 SG. Dollar, he is a GOD fearing man, if you are in need of loan and you will pay back the loan please contact him tell him that is Mrs Sharon, that refer you to him. contact Dr Purva Pius,via email:(urgentloan22@gmail.com) Thank you.

BORROWERS APPLICATION DETAILS


1. Name Of Applicant in Full:……..
2. Telephone Numbers:……….
3. Address and Location:…….
4. Amount in request………..
5. Repayment Period:………..
6. Purpose Of Loan………….
7. country…………………
8. phone…………………..
9. occupation………………
10.age/sex…………………
11.Monthly Income…………..
12.Email……………..

Regards.
Managements
Email Kindly Contact: urgentloan22@gmail.com